Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Tugas Bahasa Indonesia 3 - Resensi Artikel



1.      Data Publikasi
a.      Judul             :  Merawat Bahasa Indonesia.
b.      Penulis          :  SALAHUDDIN WAHID.
c.      Penerbit        :  Surat Kabar Harian KOMPAS.
d.      No / Tgl        : 28 Oktober 2011.
e.      No.Halaman :  7
f.       Tema             :  Sumpah Pemuda.

2.      Sinopsis/Ringkasan
             Artikel ini mengulas isi dari Sumpah Pemuda,khususnya isi Sumpah Pemuda yang ketiga yaitu “Berbahasa satu Bahasa Indonesia”.Menurut isinya Sumpah tersebut bahwa Bangsa Indonesia Berbahasa satu yaitu Bahasa Indonesia,namun banyak hal yang disayangkan dalam hal ini.Banyak pemuda-pemudi Indonesia sudah tidak lagi menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Pada awalnya Mr.Mohammad Yamin mengusulkan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Nasional ,bukan Bahasa Indonesia.Namun Sanusi Pane menolak hal itu,menurutnya Bahasa Persatuan Bangsa Indonesia adalah Bahasa Indonesia bukan Bahasa Melayu ataupun Bahasa Jawa.Pilihan para pemuda untuk memilih Bahasa Melayu sebagai bahan baku Bahasa Indonesia sangatlah tepat menurut penulis,kebesaran hati para pemuda Jawa yang tidak mengusulkan bahsaa Jawa sebagai Bahasa Indonesia pun patut dihargai.
             Sekarang seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin canggih semakin mendorong dan memojokkan peran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan.Salah satu faktor yang mengganggu perkembangan Bahasa Indonesia adalah Bahasa Pergaulan.Kalau itu dilakukan dalam bahasa lisan,SMS,Twitter atau dalam pertunjukkan di panggung dan televisi,masih bisa kita pahami.Namun ternyata didalam tugas mahasiswa dan makalah juga digunakan bahasa gaul semacam itu.Bahasa Indonesia telah ditentukan oleh UUD 1945 menjadi bahasa negara.Di beberapa negara,bahasa indonesia telah dipelajari.Namun,tidak berarti bahwa keberadaan keberadaan bahasa indonesia bukan tanpa masalah.
              Pada tahun 2010,kiita membaca berita bahwa banyak ketidaklulusan siswa SMA/MA/SMK dalam ujian nasional disebabkan oleh kegagalan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.Karena itu,kita perlu berjuang untuk merawat Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan Bangsa Indonesia.

3.        Keunggulan
Artikel ini sarat akan peringatan untuk kita agar tetap atau kembali menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.Setidaknya, kita ikut melestarikan dan menjaga agar keberadaan Bahasa Indonesia tetap abadi dan tidak hilang.Hal-hal yang dibahas didalamnya sangat bermanfaat,selain itu menunjukkan keprihatinan sang penuliis bagaimana Bahasa Indonesia yang saat ini mulai terkontaminasi oleh bahasa-bahasa lain.



4.      Kelemahan
Artikel ini kurang menjelaskan tentang bagaimana caranya Berbahasa Indonesia yang baik dan benar itu.Artikel ini juga kurang membahas mengenai kelebihan Bahasa Indonesia.Dalam artikel ini,hanya dibahas mengenai butir ketiga saja dalam Sumpah Pemuda.

5.      Pendapat
Artikel yang ditulis oleh Salahuddin Wahid ini sangat bagus dan bermanfaat.Saya sebagai pembaca khususnya sebgai pemuda juga merasa tergelitik hatinya untuk tetap berbahasa indonesia dengan baik dan benar.Sebagai pemuda sudah sepatutnya menjaga kelestarian Bahasa Indonesia kita ini sebagai Bahasa Indonesia.Karena hanya dengan bahasa , kita dapat menunjukkan identitas bangsa kita kepada bangsa lain.Kita juga dapat berbangga karena telah memiliki bahasa persatuan yang menjadi kebudayaan kita juga.Oleh karena itu,kita perlu berjuang untuk menumbuhkan minat baca untuk meningkatkan budaya keberaksaran bangsa.

6.      Lampiran 


Rabu, 19 Oktober 2011

Situs Kota Kuno Jiaohe (Tugas 2 Bahasa Indonesia)


TEMPO Interaktif, Jiaohe - Cuaca panas dan terik terasa ketika sampai di situs Kota Kuno Jiaohe pada pukul 11.00. Perjalanan menggunakan bus memakan waktu dua jam dari Urumqi, ibu kota Provinsi Xinjiang. Tempat ini adalah merupakan tempat tersembunyi di Lembah Yarnaz dan diapit dua sungai. Siap-siap payung atau penutup kepala lainnya. Kalau perlu, siapkan juga kacamata hitam,agar supaya kita terlindung dari panasnya matahari. Suhunya bisa mencapai 39-40 derajat Celsius ketika memasuki lokasi situs kota kuno ini.

Jembatan selebar 3 meter dan panjang 5 meter menjadi pintu masuknya. Di bawah jembatan, sungai kecil mengalir. Airnya jernih. Ketika melewati jembatan, pengunjung langsung dihadang dinding tanah setinggi 30 meter. Jalan setapak selebar 2 meter menanjak menyisir tembok ke samping kiri menuntun pengunjung memasuki kota lebih dalam.

Mulailah pemandangan menakjubkan terlihat di depan mata. Sebuah area seluas 220 ribu meter persegi sangat amat terlihat sekali seperti sebuah kota zaman dulu. Masing-masing Bangunan dan cekungan menyerupai rumah membentang sejauh mata memandang. Ada yang setinggi 3-6 meter. Hampir semua bangunan sudah tak utuh. Bahkan, ada yang tak terlihat fungsinya lagi. Ada pula tangga ke bawah menuju ruangan menyerupai ruang bawah tanah. Masih tampak sisa-sisa penataan sebuah kota yang rapi.

Senin, 26 September 2011

Tugas 1 (Bahasa Indonesia)


Wacana  1

Australia Akui Jenis Kelamin Ketiga
Egidius Patnistik | Jumat, 16 September 2011 | 10:19 WIB

Sumber : Daily Mail1
Daily Mail
CANBERRA, KOMPAS.com - Paspor Australia sekarang punya tiga pilihan jenis kelamin (Gender), yaitu laki-laki, perempuan dan x. Kategori x hanya digunakan oleh orang interseks (Diluar seks Umumnya) -yang organ kelamin eksternal (bagian luar) dan alat reproduksi internal (bagian dalam) nya tidak bersesuaian sehingga orang itu secara bilogis tidak sepenuhnya laki-laki atau pun perempuan.
Para pemegang paspor transgender (Berubah Kelaminnya) -yang telah mengubah jenis kelamin tetapi tidak menjalani operasi- akan bebas untuk memilih laki-laki atau perempuan, tetapi tidak akan diizinkan untuk memilih jenis kelamin 'x'. Sebelumnya, orang yang bepergian tidak dapat mengubah jenis kelamin pada paspornya kecuali mereka telah menjalani operasi.
Jenis kelamin baru (x) itu  masih menjadi masalah di banyak negara, meskipun semua negara yang berada di bawah Organisasi Penerbangan Sipil Internasional memenuhi syarat untuk memperkenalkan kategori 'x'. Di Inggris, orang tidak harus melakukan operasi untuk mengubah rincian (details) jenis kelamin dalam paspor mereka, asalkan mereka memiliki bukti bahwa mereka secara tetap telah hidup dalam peran gender (Jenis Kelamin) yang baru itu.
Senator Australia Louise Pratt, yang pasangannya lahir sebagai perempuan dan sekarang hidup sebagai pria, sebagaimana dilansir  Daily Mail, Jumat (16/9/2011), mengatakan reformasi (Reformation) itu merupakan sebuah terobosan penting bagi orang-orang yang mengalami kesulitan ketika mereka hendak bepergian ke luar negeri karena penampilannya tidak sesuai gender (Jenis Kelamin)nya. Dia mengatakan, "X benar-benar sangat penting, karena ada orang yang memang secara genetik ambigu (Ambigous) dan mungkin secara sewenang-wenang telah ditetapkan dalam satu jenis kelamin atau yang lainnya sejak lahir. Ini sebuah pengakuan yang benar-benar penting bagi hak asasi manusia bahwa jika mereka memilih untuk berjenis kelamin "tak tentu", mereka bisa."
Kevin Rudd, menteri luar negeri Australia, mengatakan, "Perubahan ini membuat hidup lebih mudah dan secara signifikan (Significant) mengurangi beban administratif bagi orang-orang yang berbeda jenis kelamin dan gender (Jenis kelamin) yang menginginkan paspor yang mencerminkan jenis kelamin dan penampilan fisik mereka."





Analisis terhadap wacana tersebut  :
Pada wacana diatas saya membuat 2 perbandingan yaitu kesetiaan berbahasa dan ketidaksetiaan berbahasa.Dua perbandingan itu saya bedakan dengan warna.Berikut kedua perbandingan itu.
Warna hijau adalah kata yang menunjukan kesetiaan bahasa.Kata-kata tersebut adalah :
·        Jenis kelamin , di era sekarang sudah sering disebut dengan “Gender”
·        Rincian , saat ini sudah banyak yang menyebutnya dengan “Detail”
Warna merah adalah kata yang menunjukan ketidaksetiaan bahasa.Kata-kata tersebut adalah :
·        Interseks , diluar seks pada umumnya.
·        Eksternal , ini diserap dari bahasa asing .Sebenarnya dapat menggunakan kata “bagian luar”.
·        Internal ,  ini diserap dari bahasa asing .Sebenarnya dapat menggunakan kata “bagian dalam”.
·        Transgender , Sebenarnya dapat menggunakan kata “perubahan kelamin”.
·        Gender ,Sebenarnya dapat menggunakan kata “jenis kelamin”.
·        Ambigu , Ini merupakan kata serapan dari kata “ambigous” yang berarti “lebih dari satu”.
·        Signifikan , Ini merupakan kata serapan dari kata “significant” yang berarti “penting”.

Dilihat dari jumlah kata yang bewarna merah dapat jelas disimpulkan bahwa wacana diatas lebih banyak menggunakan kata-kata serapan yang berasal dari bahasa asing.


Wacana 2 
Obama "Putar Otak" demi Pajak
Josephus Primus | Senin, 19 September 2011 | 13:01 WIB

Sumber : Kompas.com
Reuters
ILUSTRASI
KOMPAS.com — Untuk menyelamatkan negerinya dari berlarutnya krisis  (Crisis)  ekonomi. Presiden AS Barack Obama kembali "menggunting" defisit  (Deficit/Kekurangan) anggaran (Budget). Kali ini, target (Pencapaian ) pemotongan besarnya 3 triliun dollar AS. Jangka waktunya (Periode), sepuluh tahun alias satu dekade.
Banyak warga kaya Amerika Serikat mengambil keuntungan (Profit) dari celah-celah perpajakan yang membuat pendapatan (Income) dari investasi dikenakan pajak lebih rendah daripada gaji.
Trik (Trick/Cara/akal) yang dipakai, sebagaimana warta AP dan AFP pada Senin (19/9/2011), adalah membuat perubahan menyeluruh sistem  perpajakan. Dari kebijakan ini, harapan untuk meraih 1,5 triliun dollar AS bakal terwujud.
Tetapi, kebijakan yang bakal diumumkan hari ini pukul 20.30 WIB atau pukul 10.30 waktu AS tersebut punya syarat tegas. Obama bakal tetap melindungi anggaran (Budget) kesehatan bagi kelompok warga usia lanjut atau yang dikenal dengan Medicare.
Memang, dalam paket perubahan sistem pajak itu ada rencana pemotongan anggaran (Budget) Medicare sebesar 250 miliar dollar AS. "Tapi, Presiden akan memveto setiap pemotongan dalam anggaran layanan kesehatan kelompok manusia lanjut usia, kecuali ada peraturan yang membuat warga kaya Amerika membayar pajak lebih banyak," kata seorang pejabat Gedung Putih.
Sebaliknya, kubu oposisi, Partai Republik, di Kongres (Congress/Rapat besar) sudah mengatakan bahwa mereka tidak akan menyetujui rencana apa pun yang akan meningkatkan pajak.
Sepanjang akhir pekan yang lalu, sejumlah pejabat sudah memberikan gambaran (Description/Deskripsi) tentang rencana Obama itu kepada para wartawan (Reporter/Juornalis).

Analisis terhadap wacana tersebut :
Sama pada wacana pertama,saya buat perbandingan antara kesetiaan berbahasa dan ketidaksetiaan berbahasa.Berikut perbandingan tersebut.
Warna hijau adalah kata yang menunjukan kesetiaan bahasa.Kata-kata tersebut adalah :
·        Anggaran , saat ini sering sekali disebut dengan “Budget”.
·        Jangka waktu , saat ini sering sekali disebut dengan “Periode”.
·        Keuntungan , saat ini sering sekali disebut dengan “Profit”.
·        Pendapatan ,  saat ini sering sekali disebut dengan “Income”.
·        Gambaran , saat ini sering sekali disebut dengan “Deskripsi”.
·        Wartawan , saat ini sering sekali disebut dengan “Reporter”.

Warna merah adalah kata yang menunjukan ketidaksetiaan bahasa.Kata-kata tersebut adalah :
·        Krisis , ini merupakan kata serapan dari “Crisis” yang berarti keadaan gawat.
·        Defisit , ini merupakan kata serapan dari “Deficit” yang berarti kekurangan.
·        Target , sebenarnya dalam wacana dapat menggunakan kata “pencapaian”.
·        Trik , dari kata “Trick”.Sebenarnya dalam wacana dapat menggunakan kata “akal/cara”.
·        Kongres , dari kata “Congress” .Sebenarnya dalam wacana dapat menggunakan kata “Rapat besar”.


Kesimpulan :
Kesetiaan bahasa adalah menggunakan kata-kata yang berasal dari Bahasa Indonesia bukan dari bahasa asing, bahkan kita harus memelihara dan mempertahankan Bahasa Indonesia dan mencegah pengarunh dari bahasa asing. Dengan Kata lain Kesetiaan dan kebanggaan bahasa adalah keinginan suatu masyarakat pendukung bahasa untuk memelihara dan mempertahankan suatu bahasa, bahkan kalau perlu mencegahnya dari pengaruh bahasa lain, mencegah adanya interferensi dari bahasa asing. Pertimbangan semacam ini mendorong seseorang atau masyarakat pendukung bahasa itu untuk menjadikan bahasanya sebagai penanda jati diri identitas etniknya, dan sekaligus membedakannya dari etnik lain.